Selasa, 28 November 2017

Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri (Hubungan antara Medis dan Ibadah)



Diriwayatkan dari Abi Sa’id al-Khudri bahwa Nabi melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah diriwayatkan bahwa Nabi melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri. Qatadah berkata, “Kami lalu bertanya, “Lantas bagaimana halnya dengan makan sambil berdiri?” Beliau menjawab, “Tentu itu lebih buruk dan lebih keji lagi. (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Adapun hadis yang lain seperti Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Janganlah seorang dari kalian manum sambil berdiri, siapa yang lupa, maka hendaknya ia memuntahkannya lagi.” (HR. Muslim).
Diriwayatkan dari Anas ibn Malik, ia berkata, “Rasulullah melarang minum sambil berdiri dan minum langsung dari mulut botol”. (HR. Muslim).
Dari keempat hadis di atas bisa dikategorikan sebagai “Larangan” karena menurut Dr. Abd al-Raziq al-Kailani berkata, “Minum dan makan sambil duduk akan lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih aman. Karena apa yang dimakan dan diminum langsung mengalir melalui dinding lambung dengan perlahan dan lembut”.
Bisa dikatakan minum sambil berdiri, dapat menyebabkan jatuhnya cairan secara tiba-tiba ke dalam lambung. Jika praktik ini terus dilakukan, maka seiring dengan waktu, maka akan menyebabkan gangguan pada lambung sehingga menyulitkan sistem pencernaan.
Dr. Ibrahim al-Rawi berpendapat bahwa ketika berdiri, keseimbangan pusat-pusat saraf manusia akan berkurang, dan otomatis mengurangi ketenangan. Padahal, ketenangan merupakan syarat terpenting yang harus terpenuhi saat makan dan minum. Ketenangan ini hanya didapat jika seseorang duduk dalam keadaan relaks dan tenang. Dalam posisi duduk, organ pencernaan juga semakin mudah menerima makanan dan minuman.
Kebiasaan makan dan minum sambil berdiri juga dapat membahayakan dinding lambung, sehingga lambung rentan mengalami radang. Para pakar radiologi mangatakan bahwa radang lambung kerap terdapat di area-area lambung yang biasa mendapatkan benturan oleh makanan dan minuman.
Saat berdiri, proses masuknya makanan ke dalam lambung akan sulit dan terkadang menimbulkan rasa nyeri. Tak jarang, orang-orang yang makan dan minum sambil  berdiri tak dapat menikmati makanan dan minuman mereka dengan nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Potret Ramadhan

Oleh: Abdurrahman Rifki Alhamdulillah, kita berjumpa kembali di bulan yang penuh kemuliaan dengan gaya bahasa agama ada tiga muatan...