Selasa, 23 Mei 2017

Khilafah Versi HTI



Sikap fatalisme atau berlebihan melahirkan kekerasan sikap terhadap sesama muslim, apalagi kepada dengan orang non-muslim. Ini adalah gejala yang jama’, kalau  melihat semangat keislaman yang menggelora dari generasi muda, sayangnya semangat ini memunculkan Islam sebagai alternatif terbaik. Itu tidak diimbangi dengan pemahaman yang luas dalam ilmu agama. Merasa ketika memperjuangkan “simbol”. Akan tetapi, mengabaikan terhadap “esensi”. Karakter yang kemudian melekat adalah mudah menuduh kafir kelompok lain yang tidak sepaham dengan pemikiran mereka.
Itulah antara lain yang menginggap HT (partai Pembebasan), yang masuk di Indonesia pada tahun 1980. Pada awal mula masuk Indonesia, HT mendapatkan respon yang baik dari pemuda-pemuda kampus (target) yang sebagian dari mereka kurang memiliki latar belakang yang mumpuni dalam hal ilmu penegatahuan Islam. HT selalu mengaitkan apapun dengan khilafah adapun juga dengan kata “syariah”, tentu juga dasar mereka menegakkan khilafah di dalam surah al-Maidah: 44, 45, 47, 49. Berembel-embel Islam seharusnya bisa mencerminkan pribadi yang baik dan mengamalkannya. Indonesia adalah negara yang damai bukan negara Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Potret Ramadhan

Oleh: Abdurrahman Rifki Alhamdulillah, kita berjumpa kembali di bulan yang penuh kemuliaan dengan gaya bahasa agama ada tiga muatan...